Muara Bulian, Informasikita.com-Kekhusyukan jama’ah salat Tarawih di masjid Nurush Sholaah pada malam ke lima Ramadan( Minggu malam, 22/2)tetiba buyar, terganggu oleh deru suara truk-truk pengangkut batu bara yang melintas dari lokasi tambang PT Bulian Bara Sejahtera (BBS).
Diketahui Masjid Nurush Sholaah terletak di RW 06 RT 22 Kelurahan Sridadi, yang termasuk dalam jalur angkutan batu bara dari tambang menuju pelabuhan Talang Duku, Jambi. Adapun lokasi masjid hanya berjarak -+10 M dari jalan tersebut.
Merasa kegiatan ibadahnya terganggu, sontak warga ke luar dan menghadang rombongan mobil pengangkut batu bara ,Apalagi selama ini Hal gesekan sopir batu bara dengan warga terus terjadi.
Beruntung kemarahan warga tersebut tidak berujung pada tindakan kekerasan, Kustari petugas yang mengatur lalu lintas armada pengangkut batu bara segera mengambil tindakan taktis, untuk meredam amarah warga dengan menutup akses dari dan menuju tambang yang mengakibatkan antrian panjang terjadi.
Sunardi salah seorang tokoh masyarakat RT 22, beberapa pekan lalu sudah ada kesepakatan antara perwakilan masyarakat dan pihak tambang bahwa khusus selama bulan Ramadan jam operasional di mulai pukul 21.30 WIB .
“Selama Ramadan selepas Tarawih,mobil baru boleh melintas jalan, ini untuk menghormati warga yang sedang beribadah ‘ ungkap Sunardi mantan ketua RT tersebut.
Hal senada di sampaikan Syuaib ,warga RT 22 mengatakan bahwa,selama ini warga RT 22 sudah cukup toleran terhadap kegiatan tersebut, semula yang jam operasional hanya diperbolehkan malam hari saja, dengan pertimbangan kemanusiaan saat ini siang pun boleh beroperasi.
“Warga sudah cukup toleran, kaki minta di hargai juga orang lagi ibadah,” ujar Syuaib.
Sementara itu dari pihak sopir beralasan, mereka nekat melintas sebelum jam operasional dikarenakan cuaca yang hendak turun hujan. Dan mereka takut tidak bisa melintas setelah jalan diguyur hujan.
Namun argumen tersebut dipatahkan oleh ketua RT 22, Sumartono, “perusahaan kan sudah menyediakan Jonder, untuk mengantisipasi hal tersebut,” tegasnya.
Reporter: Mochammad Syu’aib.





