BANGKO — Kebakaran hebat melanda kawasan hutan milik PT Jebus Maju yang berlokasi di Desa Nalo Baru, Kecamatan Nalo Tantan. Hingga Selasa malam sekitar pukul 18.33 WIB, kobaran api belum berhasil dipadamkan dan dilaporkan makin meluas hingga melahap area lebih dari 15 hektar.
Insiden ini diduga kuat disengaja oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Dugaan sabotase tersebut menguat setelah pihak perusahaan menemukan sejumlah barang bukti di sekitar lokasi kejadian.
”Nampaknya kebakaran ini sengaja dilakukan orang yang tidak bertanggung jawab, sebab kami temukan di lokasi kebakaran ada BBM jenis pertalite dua liter dan sabut kelapa. Kami dari PT Jebus Maju berharap pihak kepolisian bisa mengusut kebakaran hutan ini dengan tuntas,” ujar Manager PT Jebus Maju, Risgianto.
Proses pemadaman di lapangan berjalan lambat akibat medan yang sulit serta minimnya peralatan. Sebanyak 17 karyawan PT Jebus Maju dikerahkan untuk memadamkan api secara mandiri, namun mereka mengaku kewalahan menghadapi rembetan api yang terus membesar.
Pihak perusahaan telah berkoordinasi dan meminta bantuan ke Tim Satgas Karhutla. Namun, hingga berita ini diturunkan, personel bantuan yang tiba di lokasi masih sangat terbatas.
”Untuk saat ini ada 17 orang dari PT Jebus Maju sendiri yang melakukan pemadaman api. Namun karena terbatas alat dan wilayahnya cukup luas, kami kewalahan. Kami sudah meminta bantuan kepada Tim Karhutla, tapi hingga saat ini baru ada enam orang dari Polsek Bangko dan satu Bhabinkamtibmas yang datang ke lokasi,” lanjut Risgianto.
Upaya penyisiran dan pemadaman titik api di wilayah Desa Nalo Baru masih terus dilakukan oleh gabungan karyawan dan aparat kepolisian guna mencegah meluasnya kebakaran ke area pemukiman atau perkebunan warga sekitar.
