Afan Kurniawan Putra Senja

oleh -317 Dilihat

Cerpen Yanto Bule 

” Fan, hari ini kami dapat orderan berapa”

” Alhamdulillah,sudah ada lima orderan “

“Wah banyak juga ternyata,bagus juga rejeki mu hari ini fan”

” Begitulah rejekiku hari ini, berkat doa ibuku juga”

” Teruslah kami nikmati bagaimana Tuhan memberi jalan rejekimu fan”

” Aminn..makasih ya Gus, semoga saja kamu di berikan lancar juga rejekinya “

” Terima kasih fan, meskipun kehidupan ini harus terus di perjuangkan,tapi setidaknya hari ini ada yang bisa aku bawa pulang kerumah fan”

Pagi itu,Afan Kurniawan baru saja keluar rumahnya untuk beke jam sebagai pengemudi ojek online, Kehidupannya yang agak kurang beruntung memaksa afan untuk bisa membantu kebutuhan keluarganya sendiri.

Apalagi selama ini dirinyalah yang menjadi tulang punggung keluarganya, Tetapi bagi afan anak lelaki satunya di keluarga,harus memikul tanggungjawab untuk bisa membantu menghidupi keluarganya di tengah gempuran kerasnya kehidupan di ibukota Jakarta.

Dengan sepeda motor matic nya, Afan terus menyusuri jalanan ibukota,untuk mengantarkan pesanan di rumah pelanggan nya.

Terkadang pelanggan nya meminta membelikan,makanan ataupun sekedar paket yang harus di antar ke tempat lainnya, meskipun dengan harga sesuai aplikasi,terkadang ada juga pelanggan yang baik hati memberikan lebih dari biayanya.

Siang itu suasana ibukota,di penuhi lautan manusia yang memperjuangkan nasib tentang ketidakadilan,Yang di terima oleh masyarakat,bahkan beberapa hari terakhir berita di televisi banyak menyoroti runtuhnya moral para anggota DPR,Yang seperti mengolok olok nasib rakyatnya yang makin tertindas.

Gejolak sudah makin terasa panas,bukan hanya di daerah saja namun para mahasiswa yang tergabung dalam pergerakan ,Sudah terus di gaungkan baik lewat famlet,dan banyak di sebarluaskan melalui media sosial.

Hari itu ibukota Jakarta,makin panas seperti terbakar, ribuan massa dari berbagai perguruan tinggi,ormas dan pelajar mulai menduduki jalanan menuju Senayan Jakarta.

Beragam atribut mahasiswa dan bendera pergerakan,ikut meramaikan suasana yang makin panas, suara sound sistem terdengar menggelegar menguatkan tuntutan, pasukan keamanan TNI polri terus membuat pagar betis untuk mengamankan objek yang di datangi massa.

Pagar besi pintu DPR RI di batasi dengan beton cetak dengan sedemikian rupa,agar pendemo tidak bisa melompat masuk ke dalam pagar.

Sementara itu Afan, Bersama kawan kawan lainnya masih terus menerima orderan, bahwa orderan jenis makanan untuk para pendemo.

Makin menjelang sore,suara para pendemo makin keras bahkan terdengar makin riuh, kendaraan taktis dan kendaraan rantis lalu lalang di sepanjang jalan untuk menghalau massa yang makin beringas.

Bagi afan, peristiwa demo massa sudah biasa sebab banyak kejadian di ibukota dan kurangnya keperpihakan pemerintah terhadap rakyat kecil banyak di alami,tetapi bagi afan ada sisi baiknya,bukan hanya menyuarakan terhadap pemerintah,namun kehadiran pendemo juga membawa berkah.

Saat itu,Afan tengah membeli Go-Food untuk pesanan , Dirinya terus menerima pesanan,sebab makin banyak pesanan di terimanya maka sudah pasti dirinya akan menerima imbalan yang banyak dan bisa di bawa pulang kerumah untuk keluarga nya .

” Alhamdulillah ya Allah, nikmatmu hari ini, aku bisa banyak membawa pulang rejeki yang bisa aku berikan kepada ibuku”

Suara motornya menderu di antara jalanan yang di penuhi massa, Jalanan makin penuh dengan bekas air mineral dan batu batu yang berserakan di jalan.

Usai sholat ashar Afan ,masih beristirahat di pangkalan ojol, Seperti biasa dirinya bercengkrama dengan sesama rekan ojol.

” Banyak juga orderan mu fan”

” Alhamdulillah lumayan banyak Nas, Ini baru saja masuk orderan Go-Food lagi tapi di dekat aksi massa”

” Jangan di terima jika itu beresiko fan”

” Iya ,nas”

Sirene  mobil pemadam kebakaran meraung keras, mengejutkan Afan dan Anas,Sontak keduanya melihat kendaraan berwarna merah melintas seperti terburu buru menuju arah gedung DPR.

” Ada yang terbakar kali Fan”

” Semoga saja tidak ada korban jiwa ya nas”

” Ayo kita pulang saja fan”

” Aku nanti saja Nas, ada orderan masuk ke aplikasi ku,jika aku tolak pasti dapat bintang satu,aku gak bisa lagi dapat orderan “

” Ya sudah hati hati bekerjanya,ini situasinya makin ramai “

” Iya Nas, tadi sudah aku hubungi ibuku agar mendoakan aku selamat dalam bekerja”

” Okelah aku pulang dulu ya”

Afan yang sudah memesan makanan untuk pelanggannya, Bergegas menaiki kendaraan miliknya menuju salah satu rumah makan untuk membeli makanan pesanan customer yang memesannya.

Hari mendekati magrib, Afan mulai memacu kendaraannya ke arah Senayan, Jalanan makin padat kendaraan banyak terjebak’ macet, sirene ambulance juga mulai terdengar, debat jantung Afan mulai tak menentu,di depan sana ada api membakar ban di di jalanan.

” Bismillah,lindungi aku ya Allah,aku hanya mencari rejeki untuk keluarga ku”

Tiba tiba ada jalan trans Jakarta,yang lengang,Afan lalu melaju dengan kendaraan nya, tiba tiba suara di pengeras suara pendemo bergemuruh keras,mengalahkan suara suara toa ke il yang di bawa pendemo lain.

Di depan massa terus bergerak, Afan berusaha untuk menghindari namun tiba tiba suara keras kendaraan dengan sirene biru melaju kencang di kejar massa, Afan yang tengah di atas motornya tidak menyadari jika kendaraan tersebut berjalan di jalur yang di lalui.

Tiba tiba rasa sakit di bagian tubuhnya merambat cepat, dan tubuhnya langsung lunglai seperti terhimpit sesuatu benda yang sangat berat, mata Afan menjadi gelap,bukan sekali benda berat itu menimpa tubuhnya namun berkali kali, suara massa yang meneriaki kendaraan yang berada di tubuhnya tak terdengar lagi.

Suara itu makin jauh dan jauh, Memburu suara sirene yang sempat di lihat nya, Tiba tiba hening dan dingin.

” Afan ,bangun nak”

“Afan lihat ibu nak”

 Tangisan ayah dan ibuku ,makin tak terdengar olehku.

Malam makin mencekam, massa berubah tak terkendali dan makin beringas mengejar kendaraan yang melindas ,ratusan kendaraan Melaju kencang menuju Polda metro jaya untuk memburu kendaraan yang melindas ojol.

Api membara di mana mana,gas air mata terus di tembakan meredam aksi massa, tapi massa tak bergerak sedikitpun,bahkan ribuan ojol yang mendengar afan gugur jadi tumbal perjuangan mereka terus bergerak,bergulir di seluruh penjuru negeri.

Tanah merah bertebar bunga,terus di datangi massa,satu persatu jiwa jiwa murni berdoa atas perjuangan afan di dunia.

Afan ,ya namaku Afan Kurniawan putra senja yang mencari nafkah untuk keluarga di catat tinta sejarah Indonesia, ijinkan aku istirahat panjang di pangkuan ilaihi yang meminta ku pulang oleh pemilik jiwaku.

Hari ini perjuangan bukanlah kata kata,Tapi ada nyawa dan air mata serta harta benda yang jadi korbannya, biarlah tubuhku terlindas dan menghentikan langkahku, Teruskan perjuangan ini kawan,selamat tinggal dunia fana, kutitipkan ibuku dan keluargaku padamu Negeriku.

Nb: Dedikasi untuk pejuang kemanusiaan afan Kurniawan 

Sanggar imaji Pamenang 6 September 2025

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.