Skip to content

Akurat & Terpercaya

  • HOME
  • UTAMA
  • PERISTIWA
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • SASTRA
  • TEKHNOLOGI
  • POLITIK
  • LIFESTYLE
  • PERISTIWA
  • PEMERINTAH
  • HUKUM & KRIMINAL
  • Toggle search form

Catatan dari pojok TIM; dua presiden itu bertemu di Cikini

Posted on September 16, 2025September 16, 2025 By Publisher Tak ada komentar pada Catatan dari pojok TIM; dua presiden itu bertemu di Cikini

Mochamad Syuaib 

Bertempat di istana negara atau kantor kepresidenan. Didampingi menteri terkait dengan pengawalan Paspampres yang ketat. Suasana yang formal dan protokoler yang ribet. Begitulah gambaran sederhana seharusnya suasana pertemuan dua orang presiden.

Tapi, anomali itu terjadi. Dan kelap-kelip lampu sepanjang jalan Cikini II Menteng Jakarta pusat adalah saksinya. Tanpa melibatkan Paspampres. Tidak juga ada menteri yang menyertai. Pun bukan di gedung megah. Ke 2(dua) presiden itu bertemu dalam suasana yang jauh dari kesan formal.

MANTERA

lima percik mawar 

tujuh sayap merpati 

sesayat langit perih

dicabik puncak gunung 

sebelas duri sepi

dalam dupa rupa

tiga menyan luka

mengasapi duka

puah!

kau jadi kau

kasihku

(Sutardji Calzoum Bachri)

Keduanya adalah Presiden Penyair Indonesia, Sutardji Calzoum Bachri(SCB). Dan Presiden Republik NGOTA,  Mochammad Syu’aib( MS).Di seantero jagad sastra Indonesia tentu semua mengenal SCB, pemilik antologi Kecuali(2021) yang ditahbiskan menjadi presiden penyair Indonesia. Sedangkan nama terakhir(MS) adalah ketua komite sastra Dewan Kesenian Batang(DKB). MS diproklamirkan menjadi presiden republik NGOTA oleh Gus Danial(pengasuh pondok pesantren Darus Syafi’iyah, Batang Hari). 

BULAN SELEPAS HUJAN 

Bulan 

Selepas hujan 

Menggigil kedinginan 

(Mochammad Syu’aib)

Adapun Republik NGOTA adalah sebuah negara imajiner, penanda Jaringan Penulis Batang Hari yang diinisiasi oleh MS. NGOTA adalah akronim dari NGObrol sasTrA sebuah acara diskusi sastra yang digawangi oleh MS. 

Pertemuan dua presiden beda generasi itu tak ubahnya pertemuan seorang kakek dengan cucunya. Berlangsung dalam suasana keakraban diselingi candaan segar dan petuah seputar sastra.

#safari puisi

Republik NGOTA Prabumulih, 16 September 2025

SASTRA

Navigasi pos

Previous Post: Catatan Kecil  Penyair Batanghari Dari Pojok TIM,Tentang Sosok Tarzi Calsum Bahri 
Next Post: Catatan dari pojok TIM: apa yang kau bawa pulang?

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recent Posts

  • Pengerebekan Dramatis, Dua Warga Lubuk Kepayang Ternyata Pengedar Narkoba
  • SPPG Tugu Adipura Mulai Distribusikan Makanan Bergizi untuk Siswa SD dan SMP di Merangin
  • Arminson,Anggota DPRD Pesel Bantah Jika Bermain Peti Di Renah Pembarap 
  • Tiga Pelajar Pencuri Honda Beat Delux Di Bekuk Tim Macan Pseko
  • Buka Jambore Cabang, Bupati M. Syukur Tekankan Pentingnya Pembentukan Karakter

Recent Comments

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

Archives

  • November 2025
  • Oktober 2025
  • September 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Juni 2025
  • Mei 2025
  • April 2025
  • Maret 2025
  • Februari 2025
  • Januari 2025
  • Desember 2024
  • November 2024
  • Oktober 2024
  • September 2024
  • Agustus 2024
  • Juli 2024
  • Juni 2024
  • Mei 2024
  • April 2024
  • Maret 2024
  • Februari 2024
  • Januari 2024

Categories

  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • HUKUM & KRIMINAL
  • LIFESTYLE
  • NASIONAL
  • PEMERINTAH
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • SASTRA
  • TEKHNOLOGI
  • UTAMA

Copyright © 2025 .

Powered by PressBook WordPress theme