Merangin, informasikita.com – Upaya mendukung program zero Halinar, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Bangko ,Melaksanakan kegiatan razia serentak sebagai bagian dari program nasional , Yang digagas oleh Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.
Razia yang digelar di Lapas Kelas IIB Bangko ini dipimpin langsung oleh Kepala Lapas, Heri, Amd.IP, S.H., M.H. dan turut melibatkan personel gabungan dari TNI Kodim 0420/Sarko serta personel Polres Merangin. Kegiatan dimulai sejak pukul 20.00 WIB dan berlangsung hingga larut malam dengan situasi yang aman, tertib, dan kondusif.
Kegiatan tersebut dilakukan serentak di seluruh wilayah Indonesia sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan Lembaga Pemasyarakatan serta mendukung program Zero Halinar (Handphone, Pungli, dan Narkoba).
Kalapas Bangko Heri Amd.IP,SH.MH.mengungkapan bahwa kegiatan razia ini bukan hanya bentuk pemeriksaan rutin, melainkan langkah nyata dalam memastikan seluruh Warga Binaan serta petugas tetap berada dalam disiplin tinggi dan tidak menyimpan barang-barang yang dilarang.
“Kami ingin memastikan bahwa Lapas Bangko benar-benar bersih dari barang-barang terlarang, Yang dapat menimbulkan gangguan keamanan atau ketertiban,” Ungkap Heri.
Petugas gabungan yang dibagi dalam beberapa tim melakukan pemeriksaan menyeluruh pada setiap blok hunian Warga Binaan. Pemeriksaan dilakukan dengan cara humanis, tetap mengedepankan aspek keamanan, dan mengikuti standar operasional prosedur, Setiap sudut kamar diperiksa dengan teliti, termasuk lemari, tempat tidur, serta barang-barang pribadi Warga Binaan.
Dari hasil razia, petugas tidak menemukan adanya handphone maupun narkoba di dalam kamar hunian, Namun, ditemukan beberapa barang yang tidak diperkenankan berada di dalam blok, seperti gelas kaca, botol parfum kaca, sendok stainless, serta alat cukur. Barang-barang tersebut langsung diamankan oleh petugas untuk dilakukan pendataan dan pemusnahan guna mencegah potensi penyalahgunaan.
” Alhamdulillah hasilnya tidak kita temukan kejahatan halinar, Namun ada beberapa benda yang di larang masuk seperti alat cukur,gelas kaca,botol parfum,sendok stainless langsung kita amankan untuk di musnahkan” Ujarnya.
Selain itu, sinergi antara petugas Lapas, personel TNI, dan Polri juga menjadi contoh nyata bahwa kolaborasi antar instansi dapat memperkuat sistem keamanan di lingkungan Pemasyarakatan.
“Razia malam ini merupakan bagian dari kegiatan nasional yang dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia, perintah langsung Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Tujuannya adalah memastikan lingkungan Lapas Bangko tetap aman, tertib, dan bebas dari barang-barang terlarang seperti handphone dan narkoba, Kami bersyukur kegiatan berjalan lancar dan hasilnya nihil terhadap temuan yang berpotensi mengganggu keamanan,Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran petugas Lapas Bangko, serta kepada rekan-rekan dari TNI Kodim 0420/Sarko dan Polres Merangin atas dukungan dan sinerginya dalam pelaksanaan kegiatan malam ini,Kami akan terus meningkatkan pengawasan dan kedisiplinan demi terciptanya lingkungan pemasyarakatan yang bersih, aman, dan kondusif.”Tegasnya.
Selain sebagai upaya penertiban, kegiatan ini juga menjadi bentuk refleksi terhadap pentingnya pencegahan dini terhadap gangguan keamanan di dalam Lembaga Pemasyarakatan, Razia serentak ini sekaligus menunjukkan bahwa jajaran Pemasyarakatan tetap solid dan berkomitmen tinggi terhadap prinsip deteksi dini, berantas narkoba, dan sinergi dengan aparat penegak hukum.
” Lebih baik mencegah ,sebagai bentuk kewaspadaan kita, Dan bentuk nyata kita tetap solid dalam penegakan hukum” ucapnya.
Seperti di ketahui Lapas Kelas IIB Bangko, yang berada di bawah naungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia, terus berupaya memperkuat langkah-langkah pengamanan, baik melalui pemeriksaan berkala, peningkatan kedisiplinan petugas, maupun pembinaan karakter Warga Binaan. Dengan demikian, diharapkan Lapas Bangko dapat menjadi contoh dalam penerapan sistem pemasyarakatan yang bersih, aman, dan humanis,Dari kegiatan tersebut juga mendapatkan apresiasi dari pengawas wilayah,karena bisa berjalan dengan humanis dan kondusif.
Reporter Bule




