Mengenal lebih Dekat Penulis Buku,Cahaya Yang Tak pernah Terlihat Dan Betandang

oleh -44 Dilihat

 

Merangin,informasikita.com – Siang itu obrolan hangat mengalir di sebuah ruangan kantor lembaga permasyarakatan, Secangkir kopi dan sebungkus rokok dan sepiring kue menemani obrolan kami,Bagaimana soal tulisan cerpen yang sudah terbit di sejumlah media massa, Dan sebagian lagi masih tersimpan di dalam file laptop.
Menurut Mas Bayu Kumara, Sahabat yang sehari harinya bekerja sebagai aparatur sipil negara,dan mengabdi di lapas kelas IIB Bangko, Selain menekuni seni rupa dirinya juga di kenal sering ikut pameran lukisan di sejumlah daerah di Indonesia, Banyak ide ide kreatif yang memunculkan genre baru dalam lukisannya,sebut saja seperti lukisan dengan bahan dasar cat dari bubuk kopi lokal Merangin,Mampu di sulap menjadi lukisan yang sangat memukau,Bahkan lukisannya bukan hanya soal realis tapi juga melukis gaya abstrak dan suryalis.
” Saya hanya mengikuti hati dan pikiran saya saat berkarya, Dan karya saya tidak terikat pada pakem apapun,Mengalir saja yang penting jadi karya yang bisa di nikmati banyak orang” ungkap Bayu.
Ruangan kerjanya bukan hanya untuk bekerja sebagai ASN,Tetapi di sulap menjadi sanggar bagi warga binaan yang memiliki kemampuan melukis,sehingga hasilnya yang sempurna pernah pameran di Jakarta dan di beli oleh menteri imipas.
” Yang membanggakan,Karya yang pernah kami pamerkan ternyata di beli oleh bapak menteri Imipas dan di koleksi beliau langsung”ujarnya.
Kemampuan Bayu, Soal melukis tidak di ragukan lagi dengan karya yang sudah di hasilkannya, kali ini Bayu juga mencoba menulis apa yang menjadi keresahan hatinya ,melihat budaya asli yang makin terkikis dengan kemajuan zaman, puncaknya saat Bayu ikut dalam satu even empat gonji limo gonok di satu daerah, Hatinya memberontak melihat begitu agungnya tradisi Betandang,Yang masih terjaga oleh orang orang tua,Sejumlah pantun adat yang di dengar terus menggema di hatinya, Bayu kemudian mulai menulis dengan proses yang sangat panjang, Dan pada akhirnya bisa di bukukan menjadi  buku kedua karya Mas Bayu Kumara setelah buku antologi cerpen Cahaya Yang Tak pernah terlihat.
” Saya mulai menulis semenjak ikut even di salah satu daerah Tabir, Ternyata menjadi pikiran terus, Lalu saya coba menulis sambil mencari referensi tentang menulis,dan akhirnya bisa saya bukukan dengan judul Betandang” ucapnya lagi.
Belum lagi kiprahnya di filem, Ternyata Bayu juga memiliki bakat menjadi sutradara,Terbukti satu cerpen Catatan Daun karya penulis Merangin Yanto Bule,Di angkat menjadi filem pendek ,Dengan di translate ke bahasa daerah dengan menampilkan talenta muda Merangin seperti Febra Muyu di jadikan tokoh utamanya dalam filem tersebut yang di garap bersama dengan anak anak forum filem Merangin.
” Kalau filem menurut saya menjadi tantangan tersendiri, Sebab dalam gambar bisa kita angkat seperti kejadian yang nyata ,Saya terbantu saat menulis secret naskah catatan daun yang di angkat dari antologi buku catatan daun, Dan Alhamdulillah bisa selesai menjadi filem yang siap di tonton bagi anak anak sekolah, ” Ujarnya.
Bagi mahasiswa Pascasarjana universitas Merangin ini, Dan juga ketua harian dewan kesenian Merangin Berkarya bukanlah sekedar hobi tetapi sudah menjadi keseharian nya, Angan-angan nya hanya ingin membuat satu karya besar ke level internasional.
” Harapan saya hanya satu ingin terus berkarya,dan menjadi sumbangsih kepada daerah ini, tentu impian terbesar saya karya lukis dan tulisan saya ke level internasional ” tegasnya.
Reporter Bule

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.