Asal usul Desa Tambang Emas

oleh -10 Dilihat
oleh

Dongeng Yanto Bule

Zaman dahulu berdirilah sebuah kerajaan bernama Adipuro jangkar Bumi, Yang di pimpin oleh seorang raja Jagat Amerta nan bijaksana, Memimpin rakyatnya dengan cara yang adil,Dan tidak pernah terjadi huru hara .

Kerajaan Adipuro jangkar bumi,Di kelilingi sungai sehingga menyerupai benteng kerajaan, Di sisi timur ada sungai merah, Sementara di sisi barat ada sungai Rasau, Dua sungai tersebut menjadi sarana transportasi bagi rakyat kerajaan Adipuro Jangkar Bumi untuk melakukan niaga keluar kerajaan.

Kerajaan yang melindungi rakyatnya, dan memilki kekayaan alam yang melimpah, baik berupa hasil pertanian,hasil hutan dan sumber daya alamnya,bahkan ada salah satu bukit yang memiliki kandungan emas besar, sehingga kerajaan tidak pernah membolehkan rakyatnya merusak alam di bukit Tambang emas.

Kehidupan di dalam kerajaan juga berjalan dengan baik, Selain di pimpin oleh Jagat Amerta,Di bantu panglima kerajaan bernama Ajidarma, Panglima dengan perawakan tinggi besar dan gagah, kemana mana selalu di temani si timang kuda Hitam tunggangannya.

Pada suatu hari, Jagat Amerta berkeliling mengunjungi rakyatnya, dengan mengendarai kudanya,Raja yang bijaksana mengendarai kuda coklat melaju pelan pelan, sepanjang mata memandang kebun milik rakyat begitu hijau, Sawah menguning, sehingga rakyatnya sangat sejahtera.

Padi sawah mulai menguning, rakyat terlihat bahagian sebab tidak ada pungutan upeti kepada kerajaan, semua hasil pertanian berupa gabah,pala dan cengkih bebas di jual ke saudagar yang datang dari luar kerajaan .

Rakyat kerajaan,Yang mengetahui akan ada raja datang,lalu berkumpul di tengah halaman alun alun desa, Salah satu pemimpin desa atau Sirah Leman , Menyambut kedatangan Raja Jagat Amerta.

” Wahai rakyat ku, Kalian hiduplah dengan damai saling melindungi antar sesama warga,jika ada masalah laporkan kepada panglima ku”

” Titah tuanku kami pegang dan kami jalankan tuan”

” Musim panen raya, buatkan syukuran kepada Tuhan, Sebab hasil kebun nan melimpah ini pemberian Tuhan yang maha pemurah ”

” Benar tuanku, Nanti pada saatnya kami usai panen, kami akan mendatangi tuanku guru syekh Ahmad untuk memimpin doa di sini”

“Jangan pernah kalian kufur atas nikmat Tuhan yang sudah tercurah di desa ini, Dan kerajaan kita”

Hari untuk bersyukur di di laksanakan di alun alun desa, beragam makanan dan buah buahan hasil panen di suguhkan,semuanya merupakan bentuk syukur atas limpahan hasil panen dari yang maha kuasa.

Hari berlalu Musim pun berganti ,Tiba tiba ada segerombolan warga dari luar kerajaan, Dengan mengendarai pedati sapi, Datang ke satu wilayah kerajaan Adipuro Jangkar Bumi.

Mereka dengan membawa peralatan seperti berkebun, Mulai menggali bukit Tambang emas yang berdiri sepanjang bukit kerajaan Adipuro Jangkar Bumi.

Sosok mereka begitu berotot, Badan kekar dan terlihat sangatlah kuat, Apalagi dengan perawakan badang yang gempal,Sudah pasti bukan warga kerajaan Adipuro jangkar Bumi.

Tujuh orang mulai mengali kaki bukit, Aliran sungai merah sedikit mulai keruh akibat galian tanah yang di sebabkan oleh pekerja masuk ke dalam sungai.

Keheningan siang itu tiba tiba berubah dengan tawa yang saling bersahutan dari tujuh orang yang menggali,kaki bukit Tambang emas.

” Ha..ha..ha..ha, ini mulai terlihat butiran emasnya ,ayo gali terus Suro”

” Baiklah Jingkat, Engkau gali dari atas ,aku dan kawan kawan lainya mulai mendulang agar buliran emas bisa kita kumpulkan, ha…hahahaha”

“Kita akan kaya suro, inilah bukit yang selama ini di ceritakan oleh orang orang bermata sipit dan berkulit kuning itu,ternyata memang benar adanya,hahahahaha”

” Gali lebih banyak,agar kita mendapatkan banyak emas di sini, aku tak sabar lagi untuk jadi orang kaya..hahahaha”

Ketenangan kerajaan Adipuro jangkar Bumi,Mulai terusik, Sirah Leman dan warga yang tinggal di kaki bukit Tambang emas mulai resah, Sungai merah yang selama ini menjadi sumber kehidupan masyarakat mulai keruh, Ikan ikan mulai menghilang, dan banyak dasar sungai menjadi dangkal.

” Ada yang tidak beres dengan hukum sungai kita, Ayo kita cari masalahnya ”

Dari kejauhan Sirah Leman, Bersama warga desa mulai menyisir ke hulu sungai, Dimana sumber mata air keluar dari kaki bukit Tambang emas,Yang selama ini terjaga ke asriannya begitu juga habitat nya masih terjaga dengan baik.

Berkelok kelok sungai merah melingkar di susurinya, Tiba tiba mata Sirah Leman tertuju pada satu titik yang tampak pepohonan sudah tumbang,Galian tanah terlihat menganga ,betapa hancurnya hati Sirah Leman, Dari kejauhan pepohonan di kaki bukit Tambang emas mulai gundul.

Dengan mengendap endap,Sirah Leman di bantu warga memantau kondisi hutan di kaki bukit Tambang emas, Ada satu pondok yang di bangun di sana, Sementara orang tak di kenal asik menggali kaki bukit Tambang emas.

” Ternyata air keruh di sepanjang sungai merah dan sungai Rasau selama ini,ulah mereka, warga selama ini sangat menjaga alam, dan tidak boleh merusak nya”

” Betul Sirah, Mereka orang luar yang berani merusak alam kita, ini harus di laporkan kepada Baginda Raja”

Temuan itu lalu di laporkan kepada Raja Jagat Amerta, Marah dan murka tidak terimanya sang raja mendapatkan laporan dari Sirah Leman, Bahwa di salah satu bukit milik kerajaan di rusak orang tidak di kenal.

” Panglima, turunlah segera ke wilayah desa Sirah Leman, bawa pasukanmu secukupnya,tangkap dan bawa ke sini untuk mendapatkan hukuman atas perusakan alam milik kita”

” Titah Baginda, saya laksanakan, saya akan membawa Telik sandi dan sejumlah pasukan untuk menangkap mereka ,tuanku”

Sepasukan kuda dengan prajurit kerajaan pilihan, menerobos hutan dan sungai, setelah menelusuri sungai merah yang di tunjukan Sirah Leman, panglima Ajidarma, memimpin paling depan.

Dengan pedang terhunus , panglima yang tak mengenal rasa takut ini, mendapatkan laporan dari teli sandi kerajaan keberadaan perusak alam langsung mengepung ketujuh orang yang tengah menggali tanah di kaki bukit Tambang emas, Mereka tidak berkutik sebab keberadaan mereka sudah di ketahui oleh prajurit kerajaan, ketujuh orang perusak lingkungan hanya mampu pasrah menunggu nasib.

” Berhenti atau kepala kalian aku penggal” hardik panglima Ajidarma.

“Kalian bukanlah rakyat kami, menyerah lah ,jika tidak kami akan bertindak tegas terhadapmu”

” Ampun tuan, kami memang bukan berasal dari kerajaan Adipuro jangkar Bumi, Kami berasal dari kerajaan Pangkal Sebat ”

” Selama ini kami mendengar jika di salah satu kaki bukit Tambang emas,Di kerajaan Adipuro Jangkar Bumi ada memiliki banyak harta Karun berupa butiran emas, bukan begitu suro”

” Benar sekali tuan, Selama ini kami hanya mencuri dengar, dan penasaran tapi ternyata di sini memang benar adanya banyak butiran emas”

“Atas nama kerajaan,kalian akan aku bawa ke hadapan Baginda Raja Jagat Amerta, pasukan bawa mereka dana hasil mereka yang selama ini mencuri emas di bukit Tambang emas,bawa ke kerajaan”

Tujuh orang lalu di bawa, dengan kondisi tangan terikat di giring hingga masuk ke dalam istana kerajaan Adipuro Jangkar Bumi untuk mendapatkan hukuman dari sang raja.

” Kalian masuk ke wilayah kerajaan ku tanpa ijin, Dan mencuri harta milik rakyat ku, sudah sepatutnya emas yang kalian dapatkan untuk di sita untuk ke sejahterakan rakyatku”

“Panglima Ajidarma, masukan mereka ke dalam penjara kerajaan,”

Ruangan istana begitu hening, murka Baginda raja Jagat Amerta begitu terasa, para adipati ,pesirah dan sebagian rakyat yang turut hadir terdiam .

Bulan berganti tahun, Bukit Tambang emas sudah kembali pulih,Tak ada lagi orang yang berani mengusik bahkan untuk sekedar mencari kayu bakar saja mereka enggan, Sebab kawasan hutan di kaki bukit Tambang emas sudah kembali rimbun oleh pepohonan.

” Sirah Leman, aku titahkan kepadamu jagalah Bukit Tambang emas itu, Sebab suatu saat warga kita bertambah,maka jadikanlah hunian di sana, bangun desa ajarkan mereka untuk bercocok tanam, dan jangan lupa bersyukur, Jika suatu saat ada warga yang terdesak kesulitan ambilah isi alam di sana”

Kerajaan Adipuro jangkar Bumi, Perlahan mulai runtuh, Namun jejaknya masih ada Bukit Tambang emas masihlah berdiri namun perlahan beralih menjadi pemukiman.

Sayup sayup suara jangkrik, dan suara kelelawar memecah keheningan malam, gemuruh kendaraan besar bermuatan banyak warga mulai berdatangan dari jauh.

Wajah wajah penuh harapan jelas terlihat di mata mereka, Banyak keluarga di bawa untuk mendiami lahan yang baru saja di buka untuk transmigrasi, bukit Tambang emas yang menjulang tinggi mulai di kikis untuk lahan pertanian.

Serupa impian mereka yang meninggalkan pulau Jawa demi masa depan, perlahan kehidupan mereka berangsur berubah, Ada sosok Mat Agung, orang yang di tuakan untuk menjadi kepala desa di sana.

” Inilah desa kita, dimana kita akan tinggal seumur hidup di sini,mari berjuanglah demi masa depan anak cucu kita, kata kepala KUPT desa kita ini bernama desa Tambang emas,semoga sesuai dengan namanya kita akan sejahtera ”

Perlahan tapi pasti, ratusan transmigrasi mulai berubah hutan yang tadinya di tebang,kini berganti kebun sawit,tetapi satu hal yang tidak pernah hilang, sebagian masyarakat tetap berkebun,sebagian lainya mengais rejeki dengan mendulang emas,tempat di kaki bukit Tambang emas.

Titah Baginda Raja Jagat Amerta hingga saat ini terbukti, Bukit Tambang emas m menjadi hunian warga, Dan di beri nama Desa Tambang emas dengan jumlah penduduk yang ribuan,Dan hampir di sepanjang perkebunan warga ada kandungan emasnya.

Tambang emas 7 februari 2026

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.