Desak Kadis Diknas Mundur, Sekda Merangin Malah Sebut PMII Organisasi “Preman”

oleh -20 Dilihat

MERANGIN – PC PMII Merangin hari ini, Selasa (28/4/2026) melakukan aksi unjuk rasa menuntut Kadis Diknas Merangin, Misrinaldi, mundur dari jabatannya.

Puluhan mahasiswa ini menyebut, Misrinaldi tersangdung kasus korupsi DAK saat masih menjabat di Diknas Provinsi Jambi, sehingga tidak pantas dilantik menjadi Kadis Diknas Merangin.

Aksi unjuk rasa ini dimulai dari Sekretariat PC PMII Merangin menuju simpang 4 Kantor Bupati Merangin.

“Bupati Syukur Harus mencopot Kadis Diknas, jangan orang yang tersandung masalah malah dilantik, ini tidak etis,” ujar orator.

Setelah melakukan orasi di Simpang 4 Kantor Bupati, puluhan kader PMII ini menuju Kantor Diknas Merangin. Di sini selain melakukan orasi, Puluhan Mahasiswa ini juga melakukan penyegelan Kantor Diknas Merangin.

Setelah melakukan penyegelan, mahasiswa bergerak menuju Kantor Bupati Merangin untuk bertemu langsung dengan Bupati M Syukur.

Orasi dilakukan hampir satu jam, namun Bupati enggan menemui Mahasiswa, sehingga mahasiswa merangsek masuk ke dalam Kantor Bupati Merangin.

Mahasiswa akhirnya ditemui Sekda Merangin, Zulhifni. Namun bukannya meredakan aksi, Zulhifni malah memancing mahasiswa dengan kata-kata yang tidak pantas, yakni menyebut Mahasiswa layaknya Preman.

“Kamu ni Mahasiswa, tapi gaya kamu ni gaya preman,” ujar Zulhifni.

Omongan Zulhifni ini memantik amarah Kader PMII, yang menyebut omongan tersebut tidak pantas dikeluarkan oleh pejabat Merangin.

“Hak kebebasan berpendapat ini diatur oleh Undang-undang, tapi kami malah disebut preman, kami minta bapak (Zulhifni) klarifikasi atas pernyataan bapak,” ujar Mahasiswa yang disambut teriakan Mahasiswa lain.

“Apakah pantas seorang pejabat berbicara seperti itu, pejabat yang digaji oleh pajak kita, malah bebas mengatakan kita yang tidak – tidak, maka kami menuntut Sekda untuk klarifikasi sampai malam ini,” ujar Ketua Umum PC PMII Merangin, Suhani.

Omongan Zulhifni ini pun memantik amarah dari para Alumni PMII, bahkan jika ia tidak meminta maaf, maka akan ada aksi besar-besaran terhadap Zulhifni.

“Kami minta Zulhifni meminta maaf, kalau tidak, kami dari Alumni yang akan demonstrasi langsung,” ujar salah satu Alumni. (Wan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.