Merangin – Prilaku tidak pantas di tunjukan oleh kelompok temenggung jang,dengan membawa puluhan warganya mendatangi polres Merangin, dan membawa Sajam dan juga senpi rakitan untuk membebaskan dua pekerja peti yang di amankan satreskrim polres Merangin.
Dari sejumlah informasi yang di himpun, temenggung Jang memimpin langsung kelompok nya, bahkan sempat menodongkan senjata api terhadap polisi,sehingga aksi tersebut memicu keprihatinan dengan sikap dan perilaku yang tidak mencerminkan suku anak dalam sesungguhnya.
Seperti yang di sampaikan oleh Feri Irawan Aktivis dari perkumpulan hijau Jambi, mengatakan bahwa dirinya sangat menyayangkan kejadian tersebut,apalagi sudah terang terangan membawa senjata api ke polres Merangin.
” Saya sangat prihatin dengan peristiwa di polres Merangin, Prilaku sekelompok suku anak dalam bisa seperti itu,tidak menghargai aparat penegak hukum lagi” ungkap Feri Irawan.(29/10).
Memang tidak semua suku anak dalam berlaku anarkis,sebab ada lima kabupaten yang di diami suku anak dalam,seperti kabupaten Tebo,muara Bungo, merangin, Sarolangun dan kabupaten Batanghari.
” Jangan kita generalisir suku anak dalam, mereka ada mendiami di lima kabupaten, jadi lebih bijak di sebut saja nama kelompoknya, sehingga masyarakat tidak menilai suku anak dalam anarkis semua ada juga yang baik dan taat hukum ,apalagi mereka tinggal di wilayah yang berbeda beda dan tradisi yang beda pula ,tapi yang jelas kita mendukung upaya penegakkan hukum di merangin” ujarnya lagi.
Sementara itu Feri Irawan juga mendesak agar polres Merangin,untuk memburu siapa pemilik peti ,dan apa hubungannya antara peristiwa penangkapan pekerja peti, dan kelompok temenggung jang.
” Kejar pemilik peti dan pasti akan terbuka fakta sesungguhnya,siapa yang menggerakkan kelompok Jang ,sehingga mereka berani meminta pembebasan dua pekerja peti, ini harus di buka ke publik agar terang benderang kasusnya,jangan sampai penegakan hukum bisa di intervensi pihak lain” jelasnya lagi.
Reporter Wan
