Lapas  Kelas IIB Bangko Kenalkan Pembinaan,Ke Siswa Al-munarwroh 

Merangin – Upaya untuk mengenalkan pola pembinaan warga binaan di lapas kelas IIB Bangko, terus di lakukan dengan pendekatan dan melihat langsung puluhan siswa dari ponpes Al Munawwarah ,dengan antusias mengikuti pengenalan langsung dari para staf lapas Bangko.
Kegiatan  Edutrip Pemasyarakatan bersama siswa MTs Pondok Pesantren Al-Munawaroh. Kegiatan ini bertujuan mengenalkan proses pembinaan warga binaan, menumbuhkan inspirasi, serta membangun kemandirian dan wawasan para siswa melalui pengalaman belajar secara langsung di lingkungan Lapas.
Dalam kegiatan tersebut, Kepala Lapas Kelas IIB Bangko, Syaikoni, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kunjungan rombongan siswa dan pihak Pondok Pesantren Al-Munawaroh. Ia berharap kegiatan ini dapat mempererat silaturahmi dan memperkuat kerja sama yang telah terjalin, khususnya dalam mendukung program pembinaan di Lapas Bangko.
“Terima kasih atas kunjungan dari MTs Pondok Pesantren Al-Munawaroh. Semoga kegiatan ini semakin mempererat kerja sama yang telah terjalin, terutama dalam mendukung program pembinaan. Kami berharap kegiatan Edutrip Pemasyarakatan ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat bagi dunia pendidikan serta masyarakat,” ungkap Syaikoni.(15/10).
Selanjutnya, Kepala Seksi Bimbingan Narapidana/Anak Didik dan Kegiatan Kerja (Kasi Binadik dan Giatja), memberikan penjelasan mengenai berbagai program pembinaan yang dilaksanakan di Lapas Bangko, baik pembinaan kemandirian maupun pembinaan kepribadian.
” Dengan  memberikan pemahaman kepada para siswa bahwa pemasyarakatan, tidak hanya berfokus pada pelaksanaan pidana, tetapi juga pada proses pembinaan untuk membentuk pribadi yang lebih baik serta membekali warga binaan dengan keterampilan yang bermanfaat.” Jelasnya.
Para siswa kemudian diajak melihat secara langsung berbagai kegiatan pembinaan kemandirian yang dikembangkan di Lapas Bangko. Kegiatan tersebut meliputi barbershop, perkebunan kangkung, budi daya ayam kampung, budi daya maggot, budi daya jamur tiram, serta pembuatan kerajinan berbahan dasar bambu.
Melalui kunjungan ini, para siswa dapat mengenal berbagai keterampilan produktif sekaligus memahami pentingnya kreativitas, ketekunan, dan kemandirian dalam menghasilkan sesuatu yang bernilai guna.
Selain itu, para siswa juga diperkenalkan dengan program pembinaan kepribadian melalui pendidikan keaksaraan serta pendidikan kesetaraan Paket A, Paket B, dan Paket C. Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemenuhan hak pendidikan bagi warga binaan sekaligus memberikan kesempatan untuk meningkatkan pengetahuan dan mempersiapkan diri kembali ke tengah masyarakat.
“Melalui Edutrip Pemasyarakatan ini, Lapas Bangko berharap para siswa memperoleh pengalaman belajar yang bermakna, memperluas wawasan tentang sistem pemasyarakatan, serta menumbuhkan inspirasi untuk terus belajar, berkarya, dan mengembangkan potensi diri.” Ujarnya lagi.
Kegiatan ini juga menjadi wujud keterbukaan Lapas Bangko dalam membangun sinergi dengan lembaga pendidikan dan masyarakat, sekaligus memperkenalkan bahwa pembinaan di dalam Lapas merupakan proses yang berorientasi pada perubahan perilaku, pengembangan keterampilan, dan kesiapan warga binaan untuk kembali berkontribusi secara positif di tengah masyarakat.
#KemenimipasRI
#Guardandguide
#Infoimipas
#DitjenPas
#Pemasyarakatan
#KanwilDitjenPasJambi
#IrwanRahmatGumilar
#LapasBangko.
Reporter Wan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *