Peringati Hari Santri Nasional ,Ponpes Hidayatut Thullab Bersholawat

Muara Bulian, Informasikita.com-Keluarga besar Pondok Pesantren Hidayatut Thullab (PPHT), yang berlokasi di RW: 06 RT 22 Kelurahan Sridadi mengadakan serangkaian acara dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN. Salah satunya adalah pengajian umum bertajuk “Hidayatut Thullab Bersholawat” yang diselenggarakan pada Rabu malam (21/10/26).
Kegiatan yang bertempat di aula PPHT tersebut ,dihadiri oleh berbagai kalangan wali santri, unsur pemerintah, masyarakat setempat.dan tamu undangan lain.
Dari pantauan Informasikita.com di lokasi tampak hadir tokoh NU Sridadi Kyai Nur Shodiq, Kyai Abdul Hakim juga H. Suprapta.
Sementara untuk keteraturan dan keamanan, kegiatan dibantu oleh sahabat Banser dari Satuan Koordinasi Rayon(Satkoryon) Muara Bulian.
Suasana terasa begitu khidmat saat semua jama’ah berdiri dengan sikap sempurna menyanyikan lagu kebangsaan, Indonesia Raya. Begitulah salah satu cara Nahdliyyin menunjukkan nasionalismenya. Lagu Indonesia selalu berkumandang di setiap seremonial di lingkungan NU.
Kyai Muhammad Syahri Romadhon selaku pengasuh PPHT dalam sambutannya kembali menegaskan bahwa sudah seharusnya kaum santri bersyukur kepada Allah SWT dan berterimakasih kepada pemerintah yang sudah menetapkan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional.
“Kita harus bersyukur dengan ditetapkannya tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri, yang berarti negara mengakui peran santri dalam mempertahankan kemerdekaan, ” Ungkap ketua Forum Komunikasi Pimpinan Pesantren (FKPP) Batang Hari tersebut.
Kyai Muwahiddimyati yang didapuk memberi mauidhoh hasanah ,kembali mengingatkan pesan Syaikh Burhanudin az-Zamuji dalam kitab Ta’limul Muta’allim thariqut Ta’allum, tentang pentingnya bersinergi 3 unsur penentu keberhasilan proses belajar di pesantren. Ke-3 elemen tersebut adalah Kyai, Santri dan wali santri.
“Ke-3-nya harus kompak, sama-sama semangat sesuai perannya masing-masing,” ungkap Kyai dari Sengeti, Muaro Jambi tersebut.
Sesuai tajuk acara “Hidayatut Thullab Bersholawat”. Mauidhoh hasanah hanya sebagai jeda antara dari satu sholawat ke sholawat berikutnya.
Dengan diiringi tetabuhan hadroh santri PPHT Kyai Muwahiddimyati ,memimpin jama’ah melantunkan aneka sholawat Nabi. Suara merdu sang Kyai mengimami puja-puji, sholawat juga salam jamaah. Suara-suara itu seakan membentuk shof yang rapi lalu melangit bersama menuju arsy Ilahi.
Sebagai penyempurna acara Kyai Nur Shodiq memimpin pembacaan doa memohon kemurahanNya untuk kebaikan seluruh jamaah, masyarakat Sridadi, Batang Hari, Jambi, Indonesia dan semua kaum muslimin di manapun berada.
Dari “Hidayatut Thullab Bersholawat” ada sebuah pelajaran yang berharga bahwa sejatinya peringatan HSN bukan hanya seremonial kaum sarungan dan pesantren, tapi pengingat bagi kita bahwa usaha mempertahankan kemerdekaan Indonesia itu diwarnai oleh fatwa, do’a dan darah para santri. Selamat Hari Santri 22 Oktober 2026.
Reporter Syuaib

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *