Tindak Tegas Oknum SAD,Polres Merangin, Dapat Dukungan Dari Sejumlah Tokoh Merangin 

 

Merangin – Tindakan tegas dan terukur di lakukan oleh jajaran  polres Merangin,Di bantu kompi III Bataliyon B Pelopor Satbrimobda Jambi,berhasil menindak delapan orang suku anak dalam kelompok Temenggung Jang,pasca penyerangan yang di lakukan mereka di Mapolres Merangin pada Rabu (28/10) lalu.
Aksi tegas tersebut mendapatkan dukungan dari beberapa tokoh masyarakat,seperti ketua lembaga adat kabupaten Merangin Asrai Husin,Ketua Majelis ulama Indonesia kabupaten Merangin Ustadz Joni Musa, Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia kabupaten Merangin Andi Putra,Dan ketua harian Dewan Kesenian Merangin Bayu Kumara.
Para tokoh masyarakat dari berbagai elemen ini,menyatakan dukungan terhadap apa yang di lakukan oleh Kapolres Merangin,untuk memberikan. Rasa aman dan nyaman masyarakat Merangin secara luas.
Seperti yang di sampaikan ketua LAM Merangin , mengatakan bahwa semua masyarakat adat harus sama sama patuh pada aturan yang berlaku,dan tidak boleh main hakim sendiri dengan mengunakan kekuatan kelompok adat,untuk menyerah kantor pemerintah.
” Orang adat tentu harus memegang teguh hukum adat,jangan kita melenceng dari adat, siapapun itu apapun kelompok adatnya,tidak di benarkan melanggar adat” ungkap Asrai Husin.(30/10).
Sementara itu Ketua MUI Merangin, Dr Joni Musa.LC,MA mendukung agar siapapun masyarakat yang melanggar hukum,wajib di sanksi secara hukum.
” Kami sangat mendukung upaya Kapolres Merangin menindak tegas, oknum kelompok masyarakat yang menyerang Polres dengan senpi rakitan, mereka harus di beri pemahaman hukum,dan diberikan hukuman jika melanggar hukum,sebab kita hidup di negara hukum” Tegas ketua MUI Merangin.
Hal senada di sampaikan Andi Putra ketua KNPI kabupaten Merangin, mengatakan bahwa Dari Peristiwa tragedi penyerangan ke polres Merangin, pemerintah daerah harus hadir dan ikut menyelesaikan masalah di lapangan.
” KNPI kabupaten Merangin sangat mendukung tindakan tegas Kapolres,terhadap para pelaku yang menyerang Mako polres Merangin,dan saya minta pemerintah daerah hadir untuk ikut membantu menyelesaikan masalah ,sebab pelaku yang menyerang juga bagian dari masyarakat Merangin,tragedi ini sangat mencoreng nama baik merangin,dan sekali lagi saya minta Bupati Merangin jangan hanya memberikan narasi kosong dalam tragedi ini”Tegas Andi.
Sementara itu Bayu Kumara Ketua harian DKM , mengatakan bahwa suku anak dalam  merupakan bagian kekayaan sosial ,sejarah kebudayaan merangin.
” Kita apresiasi yang sudah di lakukan polres Merangin terhadap sekelompok suku anak dalam,tetapi kita juga tidak boleh menjeneralisir  perbuatan segelintir oknum suku anak dalam,kepada semua suku anak dalam,sebab suku anak dalam merupakan bagian dari kekayaan sosial,sejarah dan budaya Merangin,selain itu mereka juga bagian dari mozaik masyarakat Merangin yang harus kita jaga dan  hormati juga,tetapi dalam peristiwa kemarin kami sangat menyesalkan sampai mereka menyerang dengan senjata api di polres Merangin,dan yang paling penting adalah kita hidup di negara hukum maka kita wajib menghormati hukum” jelas Bayu Kumara.
Reporter Wan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *