DI AMBANG PINTU

oleh -10 Dilihat
Sajak sajak M Syuaib
  • DI AMBANG PINT
Rembulan datang semakin malam
Satu demi satu angka-angka di penanggalan jatuh berguguran
Sya’ban mulai berkemas
bersiap mengucap salam perpisahan
meninggalkan sisa doa di jemari waktu
Kita masih saja begini, kekasih               sibuk menghitung retak di dinding rumah
abai akan pondasi yang sering goyah
Sementara;
di luar bulan mulai disibukkan dengan mengasah cahayanya menyiapkan sabit untuk memotong duka

Kepada senja yang bergegas pulang angin sore membawa kabar dari ufuk jauh
tentang tamu agung yang segera datang membawa tungku untuk membakar lembar kertas diari yang coba kita sembunyikan
Kita adalah musafir berjubah salah berterompah lupa
Dan
di ujung jalan;
Sya’ban menitipkan pesan pelan;
“basuhlah mukamu dengan air mata, sebelum fajar membawamu ke gerbang suci”

Ada sisa perjamuan yang belum selesai kita rapikan;
berserakan;
bulir-bulir khilaf yang tercecer di bawah meja percakapan
Dan
sebelum Sya’ban benar-benar menutup pintu dan berlalu
Ijinkan aku bersimpuh di ambang sunyiMu
menunggu salam lembut dari balik tirai Ramadan
yang membuka lebar gerbang pengampunan.

Republik NGOTA Senami, 08 Februari 2026

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.