HBP ke – 62  Lapas Bangko, Perkuat Komitmen Pelayanan Dan Kepedulian Sosial

oleh -22 Dilihat
Merangin,informasikita.com — Dalam rangka memperingati Hari Bhakti Pemasyarakatan (HBP) ke-62 Tahun 2026 ,Lapas kelas IIB Bangko menggelar tasyakuran,dengan penuh khidmat, semangat kebersamaan, dan nuansa reflektif.
Kegiatan tersebut dilaksanakan secara virtual, dan diikuti secara serentak oleh seluruh jajaran pemasyarakatan di Indonesia, sebagai bentuk sinergi nasional dalam memperkuat komitmen pelayanan publik yang humanis dan berintegritas.
Pelaksanaan tasyakuran di Lapas Bangko, tidak hanya menjadi agenda seremonial semata, melainkan diisi dengan berbagai rangkaian kegiatan yang menyentuh langsung kebutuhan warga binaan dan masyarakat sekitar. Hal ini menjadi cerminan nyata bahwa semangat pemasyarakatan terus bergerak menuju arah yang lebih inklusif, responsif, dan berdampak.
Salah satu kegiatan utama yang dilaksanakan adalah, perekaman Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (E-KTP) bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), yang belum memiliki identitas resmi.
“Kegiatan ini terselenggara atas kerja sama antara Lapas Bangko ,dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Merangin,
Perekaman data kependudukan ini merupakan langkah strategis dalam memastikan terpenuhinya hak dasar WBP sebagai warga negara, sekaligus menjadi bagian dari upaya integrasi sosial yang berkelanjutan. ” Ungkap kalapas kelas IIB Bangko Heri.
Dengan memiliki identitas resmi, para WBP diharapkan dapat lebih mudah mengakses layanan publik, baik selama menjalani masa pidana maupun setelah kembali ke tengah masyarakat.
Selain itu, sebagai wujud nyata kepedulian sosial, Lapas Bangko juga melaksanakan kegiatan bakti sosial yang dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Bangko, Heri. Dalam kegiatan tersebut, bantuan sosial berupa paket sembako disalurkan kepada empat warga masyarakat yang dinilai layak menerima berdasarkan kondisi ekonomi dan kebutuhan mendesak.
Tidak hanya berhenti pada bantuan konsumtif, Lapas Bangko juga menunjukkan komitmen dalam pemberdayaan ekonomi melalui pemberian bantuan gerobak usaha kepada keluarga warga binaan. Bantuan ini diberikan sebagai bentuk dukungan terhadap keberlangsungan hidup keluarga WBP, khususnya bagi mereka yang kehilangan sumber penghasilan utama karena anggota keluarganya sedang menjalani masa pidana.
Proses penentuan penerima bantuan dilakukan secara selektif dan transparan melalui sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP). Penilaian tidak hanya didasarkan pada kondisi ekonomi keluarga, tetapi juga mempertimbangkan perilaku WBP selama menjalani pembinaan di dalam lapas, termasuk kedisiplinan, partisipasi dalam program pembinaan, serta kontribusi positif yang telah diberikan.
Langkah ini menjadi bukti bahwa pendekatan pemasyarakatan tidak hanya berorientasi pada pembinaan individu, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan kehidupan sosial dan ekonomi keluarga WBP sebagai bagian dari ekosistem pembinaan yang utuh.
Setelah rangkaian kegiatan tasyakuran dan upacara Hari Bhakti Pemasyarakatan selesai dilaksanakan, kegiatan dilanjutkan dengan acara pengantar tugas bagi tiga pejabat struktural eselon IV Lapas Bangko yang mendapatkan mutasi jabatan. Acara ini berlangsung dengan penuh kehangatan dan haru, sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi dan pengabdian yang telah diberikan.
Adapun pejabat yang mendapat penugasan baru adalah Pa’i Saman yang akan mengemban amanah sebagai Kepala Seksi Administrasi Keamanan dan Ketertiban di Lapas Kuala Tungkal, Giono yang dipercaya menduduki jabatan serupa di Lapas Muara Bungo, serta Bayu Kumara yang akan bertugas sebagai Kepala Seksi Binapigiatja di Lapas Sarolangun.
Momen pengantar tugas tersebut menjadi ajang refleksi sekaligus perpisahan yang sarat makna. Tangis haru dan ungkapan rasa terima kasih mewarnai suasana, menunjukkan eratnya hubungan kekeluargaan dan solidaritas di lingkungan Lapas Bangko.
Dalam sambutannya, Kepala Lapas Bangko, Heri, menegaskan bahwa peringatan Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-62 harus dimaknai sebagai momentum untuk memperkuat komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik serta meningkatkan kualitas pembinaan.
“Hari Bhakti Pemasyarakatan bukan hanya sekadar peringatan tahunan, tetapi menjadi titik refleksi bagi kita semua untuk terus berbenah, meningkatkan profesionalisme, serta memperkuat integritas dalam menjalankan tugas. Pemasyarakatan harus hadir sebagai solusi, bukan sekadar menjalankan fungsi pengamanan,” ujar Heri.
Lebih lanjut, Heri juga menekankan pentingnya kegiatan bakti sosial sebagai bentuk nyata kehadiran negara di tengah masyarakat, khususnya bagi mereka yang membutuhkan.
“Melalui kegiatan bakti sosial ini, kami ingin menunjukkan bahwa pemasyarakatan tidak terpisah dari masyarakat. Kami hadir, peduli, dan berupaya memberikan kontribusi nyata, baik kepada warga binaan maupun keluarganya. Bantuan yang diberikan mungkin tidak besar, tetapi kami berharap dapat menjadi awal dari kemandirian dan harapan baru,” tambahnya.
Terkait pemberian bantuan gerobak usaha, Heri menjelaskan bahwa program tersebut merupakan bagian dari strategi pembinaan berkelanjutan yang tidak hanya berfokus pada individu WBP, tetapi juga pada ketahanan ekonomi keluarga.
“Kami memahami bahwa keluarga warga binaan turut merasakan dampak dari situasi ini. Oleh karena itu, bantuan gerobak usaha ini kami harapkan dapat menjadi sarana produktif bagi keluarga untuk tetap bertahan dan berkembang secara ekonomi. Ini juga menjadi bentuk dukungan moral bagi WBP agar terus berperilaku baik selama menjalani masa pidana,” jelasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Heri juga menyampaikan pesan khusus kepada para pejabat yang akan melaksanakan tugas di tempat baru.
“Mutasi adalah bagian dari dinamika organisasi dan bentuk kepercayaan institusi. Kami bangga atas dedikasi yang telah saudara-saudara berikan selama bertugas di Lapas Bangko. Semoga di tempat yang baru, saudara dapat terus menunjukkan kinerja terbaik, menjaga integritas, serta membawa semangat positif yang telah dibangun di sini,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa keberhasilan suatu organisasi tidak terlepas dari kontribusi individu-individu yang memiliki komitmen dan loyalitas tinggi terhadap tugas dan tanggung jawab.
“Kami yakin, pengalaman dan nilai-nilai yang telah dibangun di Lapas Bangko akan menjadi bekal berharga dalam mengemban amanah di tempat tugas yang baru. Tetaplah menjadi pribadi yang profesional, adaptif, dan berintegritas,” tegasnya Heri.
Reporter Bule

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.