Jambi,informasikita.com – Sinema Kajang Lako menyelenggarakan penayangan film “Mencari Jeda” pada Minggu, 16 Agustus 2026, di halaman belakang Broyat, Jambi. Film tersebut merupakan hasil dari rangkaian proses Workshop dan Produksi Cine Vidya 2026, yang mengajak peserta mengembangkan karya film ,dengan menjadikan warisan budaya sebagai bagian dari proses kreatif.
Kegiatan Cine Vidya diselenggarakan oleh Sinema Kajang Lako dengan dukungan Program Fasilitasi Pemajuan Kebudayaan Tahun 2026, Balai Pelestarian Kebudayaan Jambi.
Rangkaian program ini memberikan kesempatan kepada peserta ,untuk mengikuti proses pembelajaran perfilman ,mulai dari pengembangan ide, penulisan, pra-produksi, produksi hingga menghasilkan karya yang kemudian dipertontonkan kepada publik.
Penayangan Mencari Jeda dihadiri berbagai lapisan masyarakat. Sejumlah perwakilan instansi, penggiat film, komunitas film, UKM film, akademisi, serta orang tua peserta Cine Vidya turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Kehadiran berbagai unsur tersebut, menjadi bagian penting dalam proses apresiasi karya peserta sekaligus mempertemukan pelaku film, dengan masyarakat dalam sebuah ruang pemutaran yang terbuka.
Film Mencari Jeda mengambil latar Kawasan Cagar Budaya Nasional (KCBN) Muara Jambi. Pemilihan kawasan tersebut menjadi bagian dari pendekatan Cine Vidya, dalam mempertemukan proses penciptaan film dengan kekayaan warisan budaya yang ada di Jambi.
Perwakilan Balai Pelestarian Kebudayaan Jambi, Novie Hari Putranto, memberikan apresiasi terhadap karya yang dihasilkan peserta Cine Vidya.
“Film ini sangat luar biasa. Selain dari pemeran yang kuat, kita juga berterima kasih karena sudah mengangkat film dari sisi arkeologi,” ujar Novie Hari Putranto.
Menurutnya, pendekatan terhadap arkeologi melalui medium film memberikan perspektif lain, dalam memperkenalkan dan mengapresiasi warisan budaya. Film dapat menjadi salah satu medium ,untuk menghadirkan narasi mengenai kawasan cagar budaya, kepada masyarakat dengan pendekatan yang lebih dekat dan kreatif.
Bagi peserta, rangkaian Cine Vidya juga menjadi pengalaman penting dalam proses belajar dan berkarya. Jasmine, salah satu peserta Cine Vidya, berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan.
“Saya harap kegiatan ini akan terus ada setiap tahunnya,” ujar Jasmine.
Penayangan Mencari Jeda ,sekaligus menjadi penanda berakhirnya rangkaian proses workshop dan produksi Cine Vidya 2026. Namun, bagi Sinema Kajang Lako, kegiatan tersebut diharapkan menjadi awal dari perjalanan yang lebih panjang, dalam mengembangkan program perfilman berbasis warisan budaya.
Cine Vidya diharapkan menjadi langkah awal bagi Sinema Kajang Lako ,untuk membuka ruang menuju penyelenggaraan festival film dengan tema warisan budaya. Gagasan tersebut menjadi bagian dari upaya untuk mempertemukan film, kebudayaan, komunitas, akademisi, serta masyarakat dalam satu ruang apresiasi dan penciptaan.
Melalui Cine Vidya, Sinema Kajang Lako tidak hanya mendorong lahirnya karya film baru, tetapi juga berupaya membangun ekosistem perfilman yang mampu melihat warisan budaya sebagai sumber cerita, pengetahuan, dan inspirasi bagi generasi muda.
Penayangan Mencari Jeda pun menjadi sebuah langkah awal: dari proses belajar, lahir sebuah karya; dari karya, terbuka ruang apresiasi; dan dari ruang apresiasi tersebut, diharapkan tumbuh ekosistem festival film yang menjadikan warisan budaya sebagai bagian penting dari sinema Jambi.
Reporter Wan
