Merangin,informasikita.com — Upaya memperkuat apresiasi sastra di kalangan pelajar, terus dilakukan melalui kegiatan literasi ,yang mempertemukan dunia perguruan tinggi dengan sekolah. Salah satunya melalui kegiatan pelatihan Apresiasi dan Penulisan Puisi yang dilaksanakan di SMA Negeri 15 Merangin, Rabu,(19/8).
Kegiatan tersebut menghadirkan Wiko Antoni, dosen Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Universitas Merangin, sebagai pelaksana pelatihan. Kegiatan berlangsung di SMAN 15 Merangin, Desa Talang Tembago, Kecamatan Jangkat Timur, Kabupaten Merangin.
Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan puisi ,bukan sekadar sebagai teks yang dibaca atau dihafalkan, melainkan sebagai karya sastra yang dapat diapresiasi melalui pengalaman membaca, memahami makna, serta mengolah pengalaman menjadi bahasa puitik.
Materi yang diberikan berfokus pada dua aspek utama, yakni apresiasi puisi dan penulisan puisi. Melalui materi tersebut, peserta diarahkan untuk melihat puisi secara lebih dekat, baik dari sisi makna maupun proses kreatif penciptaannya.
“Bagi pelajar, pembelajaran puisi sering kali berhenti pada persoalan mengenali unsur-unsur intrinsik, seperti tema, diksi, rima, majas, dan amanat. Padahal, apresiasi sastra juga membutuhkan keberanian untuk mengalami, menafsirkan, dan merespons karya secara personal.”ungkap Wiko Antoni.
Karena itu, kegiatan seperti ini memiliki arti penting dalam membangun hubungan yang lebih hidup antara siswa dan sastra. Puisi tidak hanya ditempatkan sebagai materi pembelajaran di ruang kelas, tetapi juga sebagai medium untuk membaca pengalaman manusia dan lingkungan sekitar.
” Ini merupakan terobosan baru ,Kehadiran dosen perguruan tinggi dalam kegiatan literasi sekolah sekaligus memperlihatkan adanya ruang kolaborasi antara institusi pendidikan tinggi dan sekolah menengah. Kolaborasi semacam ini dapat menjadi salah satu jalan ,untuk memperkuat ekosistem literasi, khususnya dalam bidang bahasa dan sastra di daerah.” Ujarnya.
Sementara itu jumasis .S.Pd kepsek SMAN 15 Merangin,mengatakan bahwa kegiatan tersebut di harapkan membuka ruang untuk anak anak bisa berkreativitas sastra pada lingkungan pendidikan.
“Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi salah satu bentuk penguatan literasi sastra bagi pelajar sekaligus membuka ruang yang lebih luas bagi pertemuan antara tradisi akademik, kreativitas siswa, dan kehidupan sastra di lingkungan pendidikan.”ungkap Jumasis.
Di tengah perkembangan budaya digital, pengenalan puisi kepada generasi muda juga semakin penting. Sastra tidak harus dijauhkan dari perubahan zaman. Sebaliknya, kemampuan mengapresiasi dan menulis puisi dapat menjadi pintu bagi siswa untuk membaca dirinya sendiri, lingkungannya, serta perubahan sosial yang berlangsung di sekitarnya.
Pelatihan di SMAN 15 Merangin tersebut dengan demikian bukan hanya sebuah kegiatan akademik, tetapi juga bagian dari gerakan kecil untuk menjaga agar sastra tetap hidup di ruang pendidikan dan dekat dengan pengalaman generasi muda.
Reporter Wan
