Nenek kunang Kunang 

Dongeng Yanto Bule

Angin malam berhembus lirih, Dedaunan menyibak penuh kelembutan, selimut nenek yang kusam di tarik menutupi tubuh ringkih nya.
Sudah beberapa hari nenek Limah,Tak beranjak dari tempat tidurnya, badannya lemah ,wajah keriputnya makin terlihat jelas.
” Sudah beberapa hari ini,tubuhku sangat lemah, tak sebutir nasi pun bisa aku telan, apakah ajalku sudah dekat”
Kamar yang temaram di liputi cahaya api obor,bertiup seiring angin yang mendesir di sekeliling kamar istana  nenek Limah.
Kokok ayam jantan , mengagetkan seisi penghuni hutan larangan, tak pelak suara kokok ayam jantan bersahutan,untuk membangunkan bahwa matahari sebentar lagi akan terbit Menganti malam.
Langkah kaki rusa, berjingkat di antara reranting hutan, matanya begitu jalang melihat sekitar hutan, takut kalau ada serigala hutan memburunya.
” Tumben hutan ini begitu sepi, tak seperti biasanya jelang pagi pasti sangatlah ramai, kemana ya si kecil kelinci yang biasa datang tepat waktu” kata rusa.
“Ssst… Hai rusa”
” Akhirnya kami muncul juga kelinci”
” Iya, aku baru saja melewati istana nenek Limah”
” Oya..apa kabar nenek Limah”
” Beberapa hari aku tak pernah berjumpa dengannya”
” Padahal Seisi hutan ini merindukan enek limah”
” Ada apa gerangan dengan nenek Limah ,kelinci sahabat ku”
Dua hewan bersahabat ini,terus berjalan beriringan mencari Padang rumput untuk mengisi perut nya.
Tibalah di pinggir sungai,berair jernih dasar sungainya terlihat bersih,ikan ikan kecil berkejaran di dalamnya, rumput begitu subur dan menghijau,dua sahabat duduk mengisi perut.
Nan jauh di istana nenek Limah, suara murai nyaring bersahutan, tubuh tua nenek Limah berusaha bangun dari peraduannya,dengan tongkat di tangan kanannya,nenek Limah bangun untuk menuju jendela, berusaha untuk bisa melihat sekeliling istananya.
” Kemana suara si rangkong,yang biasanya begitu keras memanggil pasangan nya,sudah beberapa hari aku tak keluar istana,rusa dan kelinci juga tak nampak”
Berjalan nenek Limah, ke pintu istana nya, dengan kemampuannya nenek Limah berusaha memanggil si timang,Se ekor kucing hutan yang biasanya suka berburu malam hari.
” Hei timang, tolong Carikan si rusa dan kelinci, aku rindu kepada mereka,tak ada lagi yang menghiburku”
Si timang yang mendapatkan perintah dari nenek Limah, langsung bergegas ,dengan cekatan dan Lompatan si timang yang ringan langsung membelah hutan mentaok, tubuhnya yang lincah gerakan nya yang gesit,berlari di antara semak belukar hutan mentaok untuk mencari rusa dan si kelinci.
Di salah sudut hutan, ada Padang sabana yang lumayan luas, gerakan rumput yang bergoyang,saat di lewati rusa dan kelinci menjadi tanda bagi si timang,untuk berlari mengejarnya.
” Argh…hei rusa,dan sahabat ku kelinci, dimana kalian”
Suara si timang, sayup sayup terdengar makin jauh terbawa angin, Sementara Si rusa dan kelinci yang tengah asik makan rumput, mendengar panggilan si timang.
” Hei kelinci, apakah kamu mendengar suara si timang”
” Ya,aku mendengar nama kita di panggil,ada apakah gerangan, atau nenek Limah yang menyuruh memangil kita”
” Bisa jadi sahabatku, sebab sudah sepekan kita tidak pernah bermain ke istana nenek Limah”
Tiba tiba suara air sungai berkecipak, seperti terpijak oleh sesuatu, benar saja ternyata si timang sudah berada dekat di hadapan mereka.
” Akhirnya aku menemukanmu berdua di sini, aku di suruh nenek Limah mencarimu,katanya sudah lama kalian tidak menjumpai nenek Limah”
” Benar sahabatku timang, sudah satu pekan kami tidak pernah ke istana nenek Limah,apakah baik baik saja”
” Nah itulah aku mencarimu, bahwa nenek Limah sudah tiga hari lalu sakit, dan ingin menjumpai kalian berdua”
” Baiklah, ayo kelinci kita berangkat menuju istana nenek Limah”
Tiga sahabat ini, berkejaran menuju istana nenek Limah di puncak bukit bintang, yang di penuhi aneka bunga warna warni, selama ini para penghuni hutan mengenal nenek Limah yang tinggal di istana dengan sebutan nenek kunang kunang.
” Ada apa nek, sudah beberapa hari kami tak bermain kerumahmu,”
” Aku sudah sangat tua, kalian jarang melihat ku dan menghibur ku, padahal aku sangat merindukan kalian berdua “
” Aku ingin berpesan kepada kalian dan penghuni hutan,jagalah kelestarian hutan ini,jangan kalian rusak sebab akan berakibat buruk kepada penghuni hutan”
” Kepadamu timang, jagalah dan beritahu kepada penghuni hutan, jangan pernah tinggal diam jika ada yang ingin merusak alam”
” Untukmu rusa dan kelinci, bahu membahulah untuk terus mencari Padang sabana,sebab di hutan ini menjadi satu satunya harapan hidup penghuni hutan,jika aku sudah tiada istana ini teruslah hidupkan obor dari getah damar,sebagai penanda aku akan terus ada di sini menanti kalian”
Tiga binatang hutan yang jadi sahabat nenek Limah ,terdiam melihat tubuh nenek Limah yang begitu renta, mereka sangat takut kehilangan nenek Limah yang baik hati.
Suasana hening, saat nenek berpamitan masuk ke dalam kamar namun tidak pernah keluar lagi.
Kebaikan nenek Limah ,begitu di rasakan oleh penghuni hutan mentaok, tak pernah ada lagi para pemburu yang masuk memburu penghuni hutan mentaok, sebab nenek Limah begitu berani melawan para pemburu yang masuk hutan, dengan menakut nakuti mereka,nenek Limah setiap malam selalu memasang obor getah damar di seluruh penjuru hutan,agar para penghuni hutan nyaman, dan sebaliknya para pemburu takut sebab hutan yang begitu lebat menjadi terang benderang oleh cahaya yang menyerupai kunang kunang.
Penyebutan nama nenek kunang kunang,berawal dari istana yang di bangun  dan di terangi api obor dari getah damar, jika di lihat dari jauh cahaya lampu obor getah damar menyerupai cahaya kunang kunang.
Kini seisi bukit bintang di hutan mentaok, terus terjaga,tak ada lagi pemburu dan perambah hutan yang berani masuk ke dalam hutan,suara siamang dan penghuni hutan bersahutan memanggil nama nenek Limah ,berharap nenek Limah kembali lagi,untuk terus menjaga mereka dan hutan mentaok.
Pamenang selatan 25 Juni 2026

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *