Ternyata, Munyuk Pernah  Dua kali Perkosa Ibu Mertuanya

 

Merangin,informasikita.com – Fakta mengejutkan  terjadi usai kasus pembunuhan,Yang menimpa Budi lestari alias Munyuk terungkap.
Ternyata sebelum peristiwa tragis tersebut, yang  mengakibatkan Munyuk  tewas dengan tragis di tangan ketiga pelaku  UM (34)  Jum (61) Dan Muk (28),Di desa Dusun Baru kecamatan Tabir,bukan serta merta di lakukan secara spontan.
Namun ada fakta miris yang di alami oleh dua pelaku pembunuhan,Muk istri korban yang selama ini menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), yang di lakukan oleh korban selama berumah tangga.
Kekerasan yang di terima oleh pelaku UM, dari Munyuk sudah terjadi puluhan tahun sejak UM dan munyuk berumah tangga, Tak kurang dari 14 tahun korban harus mengalami trauma psikologis yang tidak bisa di gambarkan.
Betapa tidak, Munyuk di kenal memiliki sifat tempramen dan memiliki kelainan seksualitas yang menyimpang, demi untuk memuaskan nafsu syahwat Munyuk, UM rela di sakiti hingga bertahun tahun dengan perasaan yang sangat tertekan.
” Saya berumah tangga dengan korban, sudah 14 tahun lamanya, tetapi sejak awal menikah sampai terakir sebelum munyuk tewas,saya jadi korban KDRT setiap hari ” ungkap UM,(29/9).
Bentuk kekerasan seksualitas yang di alami UM,berupa penyiksaan seperti di pukul,bahkan di sodomi Munyuk setiap melayani Munyuk.
” Sejak awal menikah, sampai punya dua anak hampir setiap hari jadi korban Munyuk, Dan harus melayani nafsu syahwat setiap harinya 6 kali,saya juga sering di sodomi dan  sangat menderita sekali” ujarnya lirih.
Mendapatkan perlakuan yang tidak manusiawi, UM berusaha untuk mempertahankan keluarganya,namun makin hari prilaku Munyuk makin menjadi,bahkan di saat dirinya datang bulan, Munyuk tetap minta “jatah”, jika tidak mau melayani sudah pasti kena pukul Munyuk.
” Sebenarnya saya sudah tidak kuat lagi,hidup dengan Munyuk saya sudah seperti binatang, pas datang bulan saja dia masih minta di layani,padahal saya sudah menolak tetapi di paksa dan jika menolak pasti kena pukul” ucap UM dengan berderai air matanya.
Yang paling menyedihkan, saat dirinya melahirkan anak keduanya, di saat dirinya tengah tertidur pulas,dan ibunya JUM sudah bangun dan akan memandikan anaknya,tiba tiba Munyuk mendatangi JUM dan langsung memeluk dan meminta JUM,untuk melayani nafsu Munyuk,Bahkan JUM di ancam mengunakan senjata tajam,jika menolak JUM dan keluarganya akan di habisi Munyuk.
Peristiwa tersebut di ungkap oleh JUM, saat UM di pukul di depan JUM, dan peristiwa memilukan itu di ceritakan JUM,bahwa Munyuk memperkosanya sebanyak dua kali di rumahnya.
” Ibu saya ternyata jadi korban pemerkosaan oleh Munyuk sebanyak dua kali, saya tidak pernah mengira jika prilaku menyimpang Munyuk membuat ibu saya jadi korban nafsu nya”ujarnya lagi.
Meskipun menjadi salah satu tersangka dalam kasus pembunuhan suaminya sendiri,UM mengaku sangat menyesal,sebab ayah dari anak anaknya kini sudah tidak ada lagi,dan dirinya berharap keluarga Munyuk mau memaafkan atas kekhilafan dirinya dan ibunya.
” Nasi sudah menjadi bubur, semua bentuk kemarahan saya dan juga rasa sakit hati saya jadi korban Munyuk puluhan tahun,harus berakhir seperti ini,saya mohon maaf kepada keluarga Munyuk,dan saya siap menerima putusan pengadilan demi menebus dosa saya,dan berharap agar anak anaku yang di pondok pesantren terus mendoakan almarhum Munyuk,dan saya harus kuat menjalani hukuman di sini” ungkapnya penuh penyesalan.
Seperti di ketahui UM merupakan salah satu pelaku yang terlibat pembunuhan Munyuk,Yang di kubur di kebun dengan kedalaman 80 cm dan korban baru di temukan keluarga nya,setelah tiga bulan menghilang.
Reporter Bule

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *