MERANGIN – Menyambut Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 yang jatuh pada 29 Juni mendatang, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Merangin bergerak cepat. Bekerja sama dengan Ikatan Penyuluh Keluarga Berencana (IPeKB), DPPKB menggelar aksi maraton pelayanan KB dan intervensi stunting selama dua hari di Kecamatan Masurai dan Jangkat Timur.
Meski bertepatan dengan hari libur pada Selasa (16/6/2026), antusiasme warga tidak surut. Balai KB Kecamatan Masurai tetap dipadati masyarakat yang ingin mendapatkan pelayanan kontrasepsi langsung, seperti pemasangan implan. Pelayanan jemput bola ini dijadwalkan akan terus berlanjut hingga esok hari guna memastikan cakupan yang optimal.
Kepala DPPKB Kabupaten Merangin, drg. H. Sony Propesma, M.Ph, menjelaskan bahwa strategi turun langsung ke lapangan ini sengaja diambil untuk memangkas jarak geografis, khususnya bagi Pasangan Usia Subur (PUS) yang berada di wilayah pelosok kecamatan.
“Momentum Harganas ke-33 menjadi pengingat pentingnya peran keluarga sebagai pondasi pembangunan bangsa. Melalui pelayanan ini, kami berharap semakin banyak masyarakat yang mendapatkan manfaat dan memahami pentingnya perencanaan keluarga,” ujar drg. Sony.
Selama dua hari, masyarakat tidak hanya mendapatkan pelayanan kontrasepsi gratis, tetapi juga konseling keluarga berencana, edukasi kesehatan reproduksi, serta sosialisasi mendalam mengenai program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana).
Para penyuluh dari IPeKB Merangin berperan aktif sebagai garda terdepan, memberikan pendampingan langsung dan mengajak para orang tua untuk lebih peduli terhadap pengasuhan anak serta kesehatan reproduksi.
Tak sekadar memberikan layanan kontrasepsi, kunjungan kerja DPPKB Merangin ke wilayah Jangkat dan Jangkat Timur ini juga mengusung misi besar dalam percepatan penurunan stunting. Di lokasi tersebut, DPPKB melakukan monitoring dan evaluasi (monev) terhadap Tim Pendamping Keluarga (TPK) serta menyosialisasikan program Makan Bergizi Nasional (BGN) dengan sasaran 3B (Balita, Ibu Hamil, dan Ibu Menyusui).
Drg. Sony menambahkan, pihaknya juga menyalurkan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) melalui program inovatif GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting). Program ini secara khusus menyasar ibu hamil yang mengalami Kekurangan Energi Kronis (KEK).
“Kami juga melakukan monitoring TPK dalam mendampingi keluarga berisiko stunting, dengan lokus utama di Desa Koto Jayo dan Kelurahan Pulau Tengah, Kecamatan Jangkat. Ini adalah bagian dari ikhtiar terintegrasi kita dalam pencegahan dan percepatan penurunan stunting di Kabupaten Merangin,” tegasnya.
Melalui sinergi lintas program ini, DPPKB Merangin bersama IPeKB berharap dapat mendongkrak capaian peserta KB aktif sekaligus memperkokoh ketahanan keluarga sejak dini.
Langkah nyata ini selaras dengan visi besar yang diusung dalam peringatan Harganas tahun ini: “Dari Keluarga untuk Indonesia Maju, Menuju Keluarga Berkualitas dan Sejahtera.” (*)
