Merangin,informasikita.com-Wanita muda dengan dua anak anak ini,tertunduk lesu,dengan tangan terborgol kabel tis berbaju tahanan warna merah,terlihat kosong tatapan matanya.
Ibu muda berambut lurus,ini mulai mengenang pahitnya menjalani hidup bersama suaminya yang di jadikan korban kemarahan hatinya yang terpendam.
Tak pernah terbayangkan,jika dirinya akan meringkuk di balik jeruji tahanan polres Merangin bersama ibunya sendiri,Ya…atas tindakan yang di luar batas wajar sebagai wanita,nuraninya hancur lebur.
Harus merelakan anak anaknya terpisah jauh darinya,dan tak lagi bisa melihat raut wajah ayahnya yang “terbunuh” atas persekongkolan jahat antara ibu dan temen dekatnya.
Prahara rumah tangga unik mursidah, bersama Budi lestari alias Munyuk,berawal dari pernikahan mereka,yang tadinya begitu lembut Munyuk memperlakukan Unik,tetapi prilaku lemah lembut tersebut ternyata tidak bertahan lama, dan Munyuk berubah menjadi pribadi yang tempramen dan memiliki fantasi sek menyimpang.
Awalnya Unik,tidak begitu merisaukan prilaku sek Munyuk,tetapi yang awalnya biasa saja,namun makin hari makin liar, sebab untuk ukuran normal tidak ada dalam kamus Munyuk, untuk satu hari unik harus mau melayani nafsu Munyuk bisa lebih dari enam kali,tapi jika Munyuk habis konsumsi miras bisa berkali kali Munyuk meminta jatah pada unik untuk di layani.
Bahkan, prilaku penyimpangan Munyuk akan bertambah jadi setelah Munyuk nonton filem blue, selain itu unik kadang menjadi trauma untuk melakukan sek bersama Munyuk.
” Di luar batas orang normal, kadang saya lelah mengurus anak, mengurus rumah tangga, saya juga harus melayani suami dengan cara yang menyimpang” ungkap unik .
Perlakuan menyimpang penuh tekanan, di pendam dalam hati unik,berharap suatu saat Munyuk akan berubah, ternyata bukannya berubah tetapi makin jadi.
” Saat masih punya anak satu, saya berharap Munyuk berubah menjadi suami yang baik, tapi ternyata malah makin jadi,bahkan anak pertama saya kalau bapaknya sudah marah pasti kena pukul, untuk menghindari anak anak sulung saya jadi korban saat ini mondok di pulau Jawa” katanya lagi .
Sementara itu, perjalanan hidup keluarga unik dan Munyuk di warnai problem,bahkan unik sempat tinggal di kosan, hidup di lokasi Dompeng,dan pernah tinggal dengan keluarga Munyuk,dan terakhir unik kembali kerumah orang tuanya.
” Hidup saya dari Jawa sampai ke sini,sudah beberapa kali pindah pindah,tapi saya tidak kuat sebab perlakuan Munyuk kalau sudah marah sudah pasti mukul, itupun pernah di lakukan Munyuk mukuli saya di depan orang tuanya,dan akhirnya saya memilih untuk kembali kerumah orang tua saya” katanya lirih.
Tinggal bersama orang tuanya menjadi pilihan, sebab ayah unik sudah meninggal dan ibunya hanya tinggal bersama adiknya, unik berfikir jika suatu saat Munyuk berubah menjadi baik,apalagi unik kembali di karuniai anak kedua.
” Harapan saya tidak muluk muluk,Munyuk berubah menjadi lebih baik,tapi ternyata tidak berubah juga”ucapnya lagi.
Yang membuat unik menjadi malu, sebagai orang muslim dirinya tidak bisa melakukan kewajiban menjalankan puasa ramadlan, dan ibadah lainya sebab Munyuk tidak mau tau, bagaimana kondisi dan situasi dirinya,mau puasa atau lagi datang bulan , Munyuk tidak peduli yang penting syahwatnya tersalurkan.
” Sebagai orang muslim kadang yang pengen ikut puasa ramadlan,tapi tidak bisa, sebab harus melayani Munyuk tiap hari,bahkan saat saya datang bulan tetap juga di minta melayani, kadang saya harus merelakan saya di sodomi demi kepuasan suami,” jelas unik tersedu.
Puncaknya, unik meminta berpisah dengan Munyuk karena sudah tidak kuat,dan meminta cerai dengan cara baik baik,tetapi Munyuk tidak mau.
Hingga sering terjadi cekcok mulut, percuma juga unik menceritakan kepada keluarga sebab mereka tidak mau jut campur urusan keluarga unik.
” Sudah secara baik baik saya sampaikan kalau saya tidak kuat lagi,dan minta cerai tapi munyuk tidak mau menceraikan saya,hingga akhirnya kami pisah ranjang” Ujarnya.
Karena ibunya unik bisa memijat, akhirnya pada satu hari ada seorang pria bernama mukmin,yang pernah pijat di rumah ibunya,dan ibu unik menceritakan nasib yang di alami oleh unik,yang jadi korban kekerasan dalam rumah tangga oleh suaminya sendiri Munyuk.
Dari situlah awal perkenalannya dengan mukmin, komunikasi aktif di lakukan mukmin dan unik,terkait dengan nasib yang di alami unik,hingga pada satu ketika Mukmin menyatakan tertarik kepada unik.
Pernyataan itu tidak langsung di tanggapi unik,sebab dirinya masih status istri orang,namun Mukmin tidak kehilangan akal untuk meyakinkan unik,dan menjanjikan akan menikahi unik secara siri .
Kedekatan itu kemudian menghasilkan ide,untuk menyingkirkan Munyuk yang selama ini menjadikan unik korbannya,hingga satu kesempatan Mukmin menyuruh unik untuk meracun Munyuk lewat minuman.
” Dari perkenalan dengan mukmin,saya curhat dan mukmin juga pernah menyatakan suka sama saya,tapi saya tolak sebab masih istri orang,dan akhirnya Mukmin pernah menyuruh saya meracun Munyuk lewat minuman,tapi tidak manjur” katanya.
Setelah percobaan pembunuhan tidak sukses, Ibu dan unik berembuk mencari solusi agar semua rencana bisa sukses,dan pada akhirnya membuat rencana agar Munyuk bisa di habisi dengan cara langsung.
Tiba waktunya untuk Munyuk di ajak unik ke kebunnya, biasanya Munyuk kalau ke kebun pasti membersihkan kebun,dan sebelum di lakukan pembunuhan ibunya bersama mukmin sudah lebih dulu ke kebun untuk memastikan situasi aman.
Setelah sampai di kebun,Munyuk kemudian membersihkan rumput,tak lama tiba tiba Mukmin datang dan berpura pura tanya lokasi pembuat pintu rumah yang bagus.
Di saat Munyuk lengah, Mukmin langsung menghantam gagang bekas dodos di bagian leher belakang, Munyuk langsung tersungkur ke tanah, Mukmin bum puas dan menghantam kepala Munyuk dengan kayu.
Ternyata unik dan ibunya ,melihat peristiwa itu tak jauh dari lokasi Munyuk di pukul,bahkan unik minta agar Mukmin menelentangkan tubuh Munyuk dan menghantam dengan batu cobek,yang ada di lokasi agar Munyuk lekas tewas.
Mukmin yang ingin tugasnya cepat selesai langsung menghantam dada Munyuk,datang berceceran,tubuh Munyuk lunglai tak berdaya,unik dan ibunya lalu meminta agar tubuh Munyuk di ikat
Tidak sampai di situ saja,aksi biadab ketiganya masih berlanjut,dan membiarkan Munyuk merenggang nyawa hingga nyawa Munyuk melayang,tak kurang dari tiga jam,Munyuk merenggang nyawa dan ibu unik memastikan jika Munyuk benar benar tewas,dengan cara memegang kakinya Munyuk.
” Saya melihat di depan mata saya,Munyuk merenggang nyawa,dan untuk memastikan Munyuk tewas ibu saya memeriksa kaki Munyuk,kalau orang mati itu kakinya pasti dingin kata ibu saya” ucapnya lagi.
Setelah Munyuk tewas, ketiganya mulai panik, sambil melihat situasi di kebun,kalau kalau aksi mereka ada yang memergokinya,lalu Mukmin menggali lubang untuk menimbun tubuh munyuk, karena terburu buru,lubang yang di gali secara bergantian hanya kurang dari 80 cm saja, tubuh Munyuk yang terikat langsung di masukan ke dalam lubang,dan menimbun tanah .
Guna mengelabuhi perbuatan ketiga nya,lalu menutup tanah dengan terpal dan di beri sisa tandan sawit (jangkos) agar terkesan bukan kuburan.
Setelah pembunuhan di kebun,ketiganya kemudian menyusun rencana,jika ada yang tanya keberadaan Munyuk akan di jawab pergi merantau jauh.
Mukmin yang merasa sudah menyelesaikan tugas, kemudian menagih janji unik untuk menikah secara siri setelah Munyuk terbunuh, tapi janji itu tidak pernah terlaksana,sampai dengan aksi mereka di ketahui keluarga dan warga,hingga ketiganya tertangkap polisi .
Mereka kini hanya bisa merenungi hasil perbuatannya di balik jeruji besi,impian indah untuk menikah siri batal, prahara rumah tanga unik jadi petaka,Munyuk jadi korban,kini unik,Jum,dan mukmin menunggu vonis ,ancaman 20 tahun penjara membayangi mereka.
Suara Laras sepatu,mengiringi tubuh unik masuk ke dalam jeruji besi rutan polres Merangin,sayup sayup suara pintu besi menutup tubuh unik masuk dalam rutan…
Reporter Bule
