Merangin,informasikita.com- Nasib malang di alami TM (11) bocah yang di tinggal berpisah kedua orang tuanya,dan selama ini tinggal di desa bukit beringin kecamatan Bangko ,harus merelakan keceriaan dan masa depannya di rampas paksa oleh keluarganya sendiri, pelaku AS yang tak lain adalah pamannya yang juga menjabat ketua RT, Yang mestinya bisa menjaga dirinya dari kejahatan yang membahayakan TM.
Kejadian ini baru di ketahui saat warga di mana TM tinggal,Heboh dengan kabar bahwa korban di cabuli pamannya sendiri semenjak masih kelas empat SD, di saat itu korban di ajak oleh pelaku untuk ikut mencari berondolan sawit di kebun .
Di saat korban tengah asik mencari berondolan, tiba tiba pelaku langsung memeluk dan meraba tubuh korban di kebun sawit, korban yang masih anak anak tidak berdaya melawan tenaga pelaku sehingga pelaku leluasa melampiaskan nafsunya kepada korban.
Ternyata perbuatan pelaku tidak sampai di situ saja,merasa aksinya aman pelaku kemudian menyetubuhi korban saat kelas enam SD.
” Awalnya kami mendengar isu bahwa korban di cabuli keluarganya sendiri, lalu saya panggil keluarga korban kerumah dengan membawa korban, ternyata memang benar korban di cabuli oleh pelaku saat di ajak cari berondolan di kebun sawit saat masih kelas empat SD,saat itu pelaku masih sering meraba tubuh korban tapi terus di lawan korban,dan kejadiannya terungkap saat korban di setubuhi oleh pelaku ” ungkap Novi Ardi leksono kepala wilayah, kepada media ini,(11/4).
Yang lebih sadis pelaku melakukan pencabulan terhadap korban,saat korban tengah menjalani ibadah puasa ramadlan.
” Dari pengakuan korban bahwa dirinya disetubuhi oleh pelaku,saat masih menjalankan ibadah ramadhan bulan kemarin” ucapnya.
Menurutnya,korban selama ini ikut dengan kakeknya yang datang dari pulau Jawa ke desa bukit beringin,namun saat nenek korban meninggal dunia, kakek korban kembali ke pulau Jawa dan korban ikut keluarga pelaku.
” Anak itu hidup bersama kakeknya di Jawa datang kesini, tapi saat kelas empat SD nenek korban meninggal dunia,dan kakeknya pulang ke Jawa,hingga akhirnya korban ikut dengan pelaku, sampai peristiwa itu terjadi ” ujar lagi.
Pihaknya juga sudah membuat laporan polisi pada enam April lalu, dan sampai saat ini belum ada tindak lanjut dari polres Merangin.
” Kami sebagai perangkat desa,sudah membuat laporan polisi,dan berharap agar pelaku segera di amankan,sebab korban masih tinggal bersama pelaku, takutnya korban mendapatkan ancaman dari pelaku dan keselamatan nya terancam” jelasnya singkat.
Reporter bule






