Merangin,informasikita.com – Suasana malam di Desa Bukit Batu Kecamatan Sungai Manau mendadak berubah menjadi lautan cahaya yang begitu mempesona, Sabtu (18/7).
Ribuan pasang mata terpukau saat menyaksikan pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadist (MTQH) ke-52 Tingkat Kabupaten Merangin Tahun 2026. Acara keagamaan ini dibuka dengan sangat meriah, megah, dan sarat akan nilai gotong royong yang menyentuh hati.
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, lokasi utama MTQH kali ini terbilang sangat unik dan spektakuler. Sebuah bukit tinggi sengaja disulap dengan konsep “Teras Siring” yang artistik.
Dari kejauhan, puluhan lampu sorot membelah langit malam, membuat panggung utama di atas bukit tampak begitu megah dan agung jika dilihat dari bawah.
Sebaliknya, dari atas bukit teras siring ini, pandangan mata terasa sangat luas layaknya menikmati pemandangan dari ketinggian kota pegunungan.
Di kaki bukit, kerlap-kerlip cahaya lampu dari rumah-rumah penduduk dan penerangan jalan menyuguhkan panorama malam yang begitu cantik dan romantis.
“Ini dulu adalah bukit, lalu dibuat sebaik mungkin. Rasa-rasanya seperti sedang berada di Bandung,” ujar Bupati Merangin, M. Syukur, dengan nada kagum saat diwawancarai awak media.
MTQH Kabupaten Merangin ke-52 dibuka oleh Bupati Merangin M. Syukur, yang didampingi langsung oleh Wakil Bupati A. Khafidh dan Sekda Zulhifni yang ditandai dengan pemukulan beduk dan letupan kembang api.
Tahun ini, MTQH ke-52 mengusung tema “Mewujudkan Generasi yang Qurani, Berakhlak Mulia, dan Berdaya Saing Menuju Merangin Baru 2030”.
Dalam sambutannya yang menggelegar namun penuh kesejukan, Bupati M. Syukur menegaskan bahwa masa depan Merangin tidak hanya bertumpu pada pembangunan fisik, melainkan pada kualitas manusianya.
“Merangin Baru 2030 harus dibangun oleh manusia yang berkualitas—manusia yang cerdas pikirannya, bersih hatinya, kuat akhlaknya, dan dekat dengan Tuhannya. Sejarah telah membuktikan bahwa bangsa yang besar akan runtuh ketika moralnya rapuh. Sebaliknya, bangsa yang memiliki akhlak yang kokoh akan mampu bangkit menghadapi berbagai tantangan,” tegas Bupati.
Bupati juga menyampaikan impian besarnya untuk membumikan Al-Qur’an hingga ke pelosok desa.
“Kami ingin setiap desa memiliki semangat mengaji. Kami ingin setiap keluarga menjadikan Al-Qur’an sebagai bacaan harian. Kami ingin setiap anak Merangin bangga menjadi generasi yang qurani,” tegasnya.
